Urang Sunda

Dulur nu di lemur,baraya nu di kota,hayu urang ngamumule budaya sunda..

Pages

Jumat, 05 Desember 2014

Eep Saefullah Fatah



EEP SAEFULLOH FATAH lahir di Cibarusah, Bekasi, tahun 1967, sebagai bungsu dari delapan bersaudara. Seluruh kakaknya perempuan. Ia menjalani masa kecilnya hingga masa awal remaja di sebuah kampung bernama Babakan, di Cibarusah  -- sebuah kecamatan di  kabupaten Bekasi yang menandai batas Kabupaten ini dengan Jonggol di kabupaten Bogor.

Ia menyelesaikan SD, Madrasah Ibtida'iyah, dan SMP-nya di Cibarusah dan menyelesaikan SMA di SMAN 1 Bekasi, di pusat kota Bekasi. Ia melanjutkan pendidikan di jurusan Ilmu Politik FISIP UI Depok dan meraih gelar sarjana S1 dengan menulis skripsi berjudul "Negara Orde Bagu dan Pengendalian Konflik Politik 1967-1988: Studi terhadap Peristiwa Malari, Petisi 50, dan Tanjung Priok," setebal lebih dari 500 halaman.

Ketika masih mahasiswa, ia sempat menjadi Ketua Umum Forum Studi Islam FISIP UI, Ketua Umum Senat Mahasiswa FISIP UI, dan Koordinator Forum Komunikasi Badan Perwakilan Mahasiswa dan Senat Mahasiswa se-Universitas Indonesia. Ia sempat juga terpilih sebagai Mahasiswa Berprestasi I tingkat FISIP UI dan Mahasiswa Berprestasi II tingkat UI.

Saat masih berstatus mahasiswa, tepatnya pada 25 September 1992, ia menikah dengan Sarah Santi (Aci). Pada 14 Desember 1994, pasangan ini dikaruniai seorang putra: Kalam Mahardhika Saefulloh.

Selepas kuliah, ia menjadi staf pengajar dan peneliti di jurusan Ilmu Politik FISIP UI. Mata kuliah yang ikut diasuhnya adalah Pengantar Ilmu Politik, Sistem Politik Indonesia, Metodologi Ilmu Politik, dan Konsensus dan Konflik Politik. Di dunia penelitian ia sempat menjadi junior research associate di Lembaga Penelitian dan Pengembangan Ilmu Sosial (LPPIS), dan associate di Lembaga Studi dan Pengembangan Etika Usaha Indonesia (LSPEU). Sejak 1994 hingga awal 2000 ia lebih aktif di Laboratorium Ilmu Politik FISIP UI Depok. Di lembaga penelitian ini ia pernah menjabat sebagai Ketua Divisi Pendidikan, lalu Ketua Divisi Penelitian, dan akhirnya Wakil Direktur.

Ia sempat aktif sebagai anggota dan kemudian ketua Litbang Redaksi Republika dari Desember 1994 hingga November 1997. Ia pernah pula menjadi redaktur ahli surat kabar gratis pertama di Indonesia, Metro. Selain itu, ia pernah menjabat sebagai wakil pemimpin redaksi jurnal Seri Penerbitan Studi Politik (*), kerja sama antara UI dan penerbit Mizan, Bandung. Tema-tema yang sempat dibahas Seri Penerbitan ini antara lain adalah "Evaluasi Pemilu-pemilu Orde Baru", "Mengubur Sistem Politik Orde Baru", "Menimbang Masa Depan Orde Baru", dan "Memastikan Arah Baru Demokrasi".

Ia pernah menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Utusan Golongan mulai 1 Juli 1998 sampai akhirnya mengundurkan diri dua bulan tujuh hari kemudian, pada 8 September 1998. Ia lalu terpilih sebagai salah seorang anggota Tim 11 atau Panitia Persiapan Pembentukan Komisi Pemilihan Umum (P3KPU) di bawah pimpinan Dr. Nurcholish Madjid, yang bertugas memverifikasi partai-partai politik calon peserta Pemilu 1999.

Selepas itu, ia mendirikan dan memimpin Komisi Pemberdayaan Pemilih (KPP atau Joint Committee for Voter Education) yang melakukan kegiatan pendidikan politik selama penyelenggaraan Pemilu 1999. Ia juga mendirikan dan memimpin Keluarga Indonesia untuk Pemilu Damai (KIPD) yang mengkampanyekan gerakan anti kekerasan dalam Pemilu 1999, dengan basis keluarga. Setelah itu, ia terlibat dalam sejumlah aktivitas pendidikan politik pasca-Pemilu 1999, termasuk dengan menjadi salah seorang panelis dalam debat kandidat presiden pertama di Indonesia.

Ia cukup aktif berdiskusi ke berbagai pelosok Indonesia. Pada saat yang sama ia aktif menulis kolom untuk surat kabar dan majalah. Ia juga aktif terlibat dalam acara talk show televisi, termasuk menjadi pemandunya. Ia sempat menjadi host untuk acara "Wacana Pemilu" di AN-teve, dan kemudian selama 28 pekan menjadi host acara "Indonesia Baru" yang disiarkan oleh seluruh stasiun TV swasta setiap Selasa malam, pukul 21:00 - 21:30 WIB. Ia juga sempat menjadi host untuk talk show radio bertajuk "Hubungan Sipil Militer".

Ia sudah menerbitkan sembilan buku karangannya sendiri yang diterbitkan oleh beberapa penerbit. Ia juga menjadi kontributor dalam banyak buku yang terbit antara 1994-2000, selain juga memberi kata pengantar untuk sejumlah buku yang terbit dalam kurun sama. Ia juga menulis artikel serius untuk sejumlah jurnal.
 

0 komentar:

Posting Komentar